HTML

YoonA - Girls' Generation SNSD

Minggu, 09 Desember 2012

Penyesalan Diana

akhirnya aku tau bahwa cinta tulus itu hanya ada dalam dirimu.......

drrr.....drrr.....drrr getar handphone itu mengagetkanku.

siapa sih yang telfon malam malam begini? bukankah ini adalah jam istirahat? tak tau diri!

"hallo" ucapku dengan nada mengantuk.

"Di?"

"siapa ini?" sambil membenarkan posisi nyaman.

"ini aku Zaldi"

"Kau?" kataku sambil menahan emosi. "Mau apa kau?"

"aku merindukanmu Di"

"rindu? setelah kau menyakitiku kau masih bisa berkata rindu padaku?"

"Di, maafkan aku"

"simpan saja maafmu itu" kataku sambil menutup telfon.

mau apa dia? apakah belum cukup dia menyakitiku?

matahari sudah terbit. sinarnya menembus ke jendela yang terbuat dari kaca. aku terbangun dan siap-siap untuk mandi. kebetulan ini hari minggu jadi waktunya untuk bersantai.

Ting.....Tong.... Ting... Tong.

bell berbunyi.

siapa sih pagi-pagi dateng kerumah? gatau aturan banget sih?

Tokk.....tokk... tokk....

"masuk" ucapku agak teriak.

pintu terbuka, ternyata pembantuku.

"Ada apa mbok?"

"itu non, ada yang nyari non"

"siapa mbok?"

"kurang tau non. laki-laki"

laki-laki? aku kan tidak punya pacar. Kalopun teman, jarang banget deh temen cowo dateng kerumah

"yaudah deh mbok, ntar aku turun. makasih yaa"

si Mbok pun keluar meninggalkan aku yang masih penasaran siapa yang pagi-pagi gini datang kerumah untuk mencarinya.

satu persatu anak tangga aku injak untuk turun ke lantai bawah. sesampai dibawah, aku langsung menuju keruang tamu. sampai diruang tamu, seseorang yang tingginya melebihi tinggiku sedang melihat foto-foto yang ada diruangan tersebut.

"cari siapa ya mas?" ucapku pelan.

"Di?" seketika ia membalikkan tubuhnya.

"Kamu?" kataku terkejut.

"apa kabar di?" ucapnya tersenyum.

"mau apa kamu zal?"

"apakah perkataanku tadi malam tidak bisa kamu cerna? aku rindu kamu Diana"

"Rindu? apakah rindu menurutmu adalah rindu menyakitiku?"

"apa maksudmu? aku sama sekali tidak bermaksud menyakitimu Diana"

"tidak bermaksud? kamu itu sama seperti laki-laki lain yang senang membuat perempuan menangis"

"biar aku jelaskan Diana, ku mohon" ucapnya dengan muka memelas.

sebenarnya aku tidak tega tapi dia sudah menyakitiku.

"tak ada waktu untuk menjelaskan. aku sibuk. lebih baik kamu pulang dan jangan pernah menginjakkan kaki dirumahku lagi" tegasku.

"sebegitu marahnya kau padaku Diana. aku mencintaimu dan aku yakin kau juga mencintaiku"

"cinta? kau masih mengerti kata cinta Zaldi? setelah kamu menyakitiku, kamu masih kenal cinta?"

"Diana, beri aku kesempatan kedua. aku tau dulu aku meninggalkanmu secara tiba-tiba. tapi aku tidak bermaksud untuk melakukan itu semua"

"apapun alasannya, lebih baik kamu pergi. aku tak butuh penjelasanmu lagi. aku tidak mau air mata ini  mengalir lagi hanya untuk laki-laki tak bertanggung jawab sepertimu" kataku. tetes demi tetes air yang ada dimataku ini mengalir.

"baiklah Diana. jika itu memang keputusanmu. aku akan pergi. aku tidak akan kembali lagi kesini. aku tidak akan menampakkan diri lagi didepan mata kamu. jujur, dulu aku memang pergi ke Surabaya dan aku tidak sempat untuk berpamitan padamu. maaf"

"cukup Zal. aku tidak mau mendengar alasanmu lagi"

"baiklah. selamat tinggal Diana. aku harap suatu saat nanti kita akan dipertemukan oleh takdir dan cinta"

setelah Zaldi pergi. aku pun langsung berlari menuju kamar dan mengunci kamar.

kenapa Zal? kenapa kamu kembali lagi? aku memang sayang. aku memang mencintaimu. aku hanya takut kehilanganmu. dan sekarang mungkin kita tak mungkin bertemu lagi

tetes demi tetes air mata ini mengalir. lagi-lagi karena Zaldi. padahal air mata ini sudah "vacum" selama beberapa bulan lamanya.

aku harus meminta maaf pada Zaldi. bagaimanapun kita saling mencintai

Keesokkannya aku bersiap-siap untuk pergi kerumah Zaldi. Tak banyak waktu. aku pun langsung menuju rumah Zaldi.

jangan pergi lagi Zal, aku mohon.

sesampai dirumah Zaldi, aku menekan bell.

"cari siapa mba?" tanya pembantu Zaldi.

"Zaldinya ada mbak?"

"oh, den Zaldinya sudah pergi lagi ke Surabaya non"

"berangkat kapan mbak?"

"sekitar satu jam yang lalu non"

"lalu dia pulang ke Jakarta kapan yah?"

"den Zaldi tidak akan pulang ke Jakarta non. dia akan menetap di Surabaya"

aku tak percaya dia meninggalkanku. Ia benar-benar meninggalkanku. maafkan aku Zaldi. Maafkan kesalahanku. aku tau aku terlalu bodoh untuk orang yang sebaik kamu. Aku baru menyadari bahwa cinta yang yang kamu berikan itu tulus :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar